Recent posts

Cerita Sex Mesum Sama Calon Istri



Agen Poker Online - Hampir satu bulan ini saya tak berjumpa dengan calon istriku, karena pekerjaan kita yang juga tak ada liburnya , dan pada kesempatan ini ada bulan yang ada tanggal merahnya panjang , maka dari itu saya menginginkan untuk pergi ke rumahnya tapi saya tak memberitahu dia kalau saya mau datang di rumahnya, tapi saya yakin kalau dia pasti juga di rumah.

Perkenalkan nama saya Ary dan tunangan saya bernama Tina, saya bekerja di perusahaan swasta dan tunanganku bekerja di distributor kayu.

Hari minggu pagi saya sudah mandi setelah nyuci motor kesayanganku, ganti baju & jm 08.00 saya sudah berangkat menuju kota tunanganku yang berjarak sekitar 80 km ku naik motorku di tengah perjalanan ku berhenti sebentar membeli kelengkeng & jeurk bali yang sangat disukai calon mertuaku juga beberapa potong dark coklat yang sangat digemari tunanganku,





Judi Capsa Online - 1 jm kemudian ku sudah berdiri di depan pintu rumah tunanganku & yang menyambutku ialah ibu camerku setelah berbasi-basi sebentar beliau meminta ijin mau keluar dulu ama ayah ada resepsi keluarga di kampung sebelah.. & katanya bangunkan sendiri tina yang masih molor di kamar. sedang adikadik sedang liburan di kampung neneknya.. gitu kata ibu… setelah berpamitan ibu pergi ama ayah…

Jadi saya sedang berdua aja ama tina, di rumah ini sedang ia sedang asyik molor dikamarnya… setelah kukunci pintu depan & memasukan motor ke garasi ku pergi ke ruang tengah memasukan buah yang kubeli tadi ke lemari es serta mengambil beberapa potong coklat masuk ke kamar tina yang bersebelahan dengan lemari es…

tok tok tok tok..

Beberapa kali kuucapkan salam tak dijawab maka beranikan diri membuka pintu kamr yang ternyata tak dikunci disana terlihat tina sedang tidur miring memeluk gulingnya sedang selimutnya melorot sampai pinggang memperlihatkan belahan pantatnya yang bahenol padat bulat berisi dengan kuning langsat yang hanya dibalut kain segitiga renda tipis sedang ia juga tak menggunakan Bh hanya lingerie sutra warna merah yang sangat kontras menutup tubuh montoknya,

Dengan pelan mendekat ke ranjang menarik selimut & melemparkannya ke bawah & mengecup tengkuk tina sambil kutiup pelan cuping serta tengkuknya yang membuat ia menggeliat kegelian berusaha menarik selimutnya yang telah jatuh dibawah eghhhhhh ia menggeliat.

Sungguh menggairahkan sebab kini ia terlentang dengan terlihat bayangan samar puting toketnya yang montok 36B, pelan kukecup bibirnya sambil ku remas-remas gairah kedua toket tina ehmm dengan pelan kucoba membuka bibir tina dengan memasukkan lidahku ke dalam mulut tina tunanganku tersayang.

Ehmm….. dengan pelan tetapi pasti lidahku menerobos masuk kedalam mulutnya & ia mulai merespon kecupanku tetapi masih tetap memejamkan mata hanya desahan halus & erangan bibirnya yang merasakan rangsangan yang nikmat mulai terpancar dari wajahnya,



Agen Domino Terpercaya - Juga putingnya mulai mengeras menonjol serta aroma vaginanya yang mulai lembab & tercium membuat gairahku mulai mumancak ehmmmmm ku menurun agak kebawa sedikit kusingkap lingerienya & mencuatkan toketnya keluar,

Kujilati dadanya melingkar sambil sedikit demi sedikit menuju puncak putingnya yang sangat menggairahkan ehmmmm yang membuat tina tambah menggeliat menikmati mimpi gairah yang sangat melanda jiwanya ini terlihat semakin kerasnya lenguhannya uughhhhh aaahhhhhhhhh mass achhh mas Ary ya disitu mas jilat mas ughhhhh rengekan tina dalam mimpinya…

Saya bertambah bersemangat menjilati puting susu tina & tangan kananku mulai merayap masuk kedalam cd n yang mulai basah kuyup ughhhh ku raba2 tarik2 hutan belantara hitam pekat yang ada disana menuju lembah yang mulai banjir mani tinaughhhh achhhhh arrrghhhhhhhh masss.

Ughhhhhhh langsung ku telan puting kenyal milik tina kusedot-sedot yang akhirnya membuat tina terbangun & terhenyak berusaha melepaskan diri dari pelukanku arghhhhhh lepas siaapa kamu teriak tina berusaha menjauh…….. mengetahui itu saya hanya tertawa hehehhehehe

Sayang kok kaget gitu sichh iiiiiii…………. heheheheh

mas Ary mas………… kapan masuk sini, kamu nakal achhhhhhhhhh dipukulnya dadaku sambil ia memeluk tubuhku lagi hehheheheeh tenang aja say kita aman semua orang lagi keluar kok hehehhehehehe………..

Muah ehmmmmmmmm langsung kusergap mulut tina kujilati lidahnya yang disambut tina dengan belilitan lidahnya yang masuk kedalam mulutku sambil melenguh ughhhh eghhhhhhhhhh ughhhhhhhh aaarghhhhhhhh mas terus kuciumi wajah itina sambil tangan kiriku meremas-remas toketnya & tangan kananku mulai menggosok-nggosok vaginanya yang basah akan mani eghmm mengetahui itu tanpa pikir panjang kurebahkan tina & kupelorotkan cdnya sambil dengan cepat kuhisap dengan keras vaginanya yang membuat tina berteriakkkk….

Aaarghhhhhhhhhhh mas jangan massssss jijik masssssss ochhhhh mas lepaskan please masss harryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy accrghhhhhhhhhh och…. ronta tina…



Agen Domino Bet Online - Saya cuman bilang tenang aja say enak kok vaginamu gurih lagi & langsung selusupkan lidahku kedalam vaginanya & menjilati cltorisnya serta membuka pahanya lebih lebar lagi agar vagina tina bisaku explorasi lebih detail ehmmmm ouchhhhhh nikmat ya say……

Och arrggggggggg mas harry achhhhhhhhhh nggak tahan mas ouchhhhhh aaarghhhhhhhhh saya pengen pipis mas arrggggggggg lepas mas please saya nggak tahan nichhh arrrghhhhhhhhh ouchhhhhhhh massssssssssssss…………

Pipis aja yank, pipis sini di mulutku teriakku di iringi rengekan & lenguhan tina sambil mengejang-ngejang tanda puncak gairah mulai ia dapatkan masss aaaourrghhhhhh masss harryyyyyyyyy aaaaaaaaachhhhhh saya orgasme mas saya dapat achhhhhhh tina menggelpar & mengejang matanya melotot sedang dari vaginanya mengalir mani bening yang bearoma khas tak mau kehilangan ku jilati & kuhisap seluruh mani yang keluar dari vagina tina ouchhhhhhhhh mas eghmmmm nikmat sangat mas ouchhha aarghhhhhhhh kuhisap habis & kutelan mani tina yang keluar sampai kering kujilati vagina tina eghmmmmmmmm gimana say nikmat kan bisikku,

Sambuil ku merangkak keatas kubuka celanaka kulakukan pelan agar tina tak terkejut sebab ku telah telanjang bagian bawah & kontolku telah tegang siap mengoyak keperawanan tina say muah ku jilati puting tina lagi sambil meremas susu serta mengarahkan kontolku ke lobang vaginanya kugesek-gesek disekitar vagina tina kontolku naik turun yang menimbulkan sensasi garirah lagi bagi tina & tina mulai mendesis juga mengerang lalu dengan pelan kuarahkan kontolku ke lubang vagina tina & kucoba tekan tetapi terbentur sesuatu ufghhhhhh sehingga terasa perih di sekitar kepala kontolku ufgh mas jangan teriak tina sambil melotot ketika kepala kontolku mulai menerobos masuk vaginanya



please mas jangan lakukan sambil merengek tina menangis jangan ya mas kan bentar lagi kita menikah jangan lakukan kini mas…… isak tangis tina.

biar lah kupersembahkan keperawananku untuk malam pertama kita ja ya mas please mas….
mengetahui hal itu membuat gairahku menurun & kontolku jadi letoy lagi maaf kan saya ya say saya khilaf….. ehm love you say muahmuah

Tapi saya pengin say kamu sedot aja ya seperti biasa muahh eghmmmmmmmm tina pun langsung melorot kebawah & mengoral kontolku uchhhhh sayy eghmm nikamta banget dari bawah pelir batang kontolku di kocok & jilati hampir tertelan semua batang senjataku oleh mulut kecil tina ehmmmmmmmmsay ouchhhhhhhh arrghhhhhhhh tumpah semua maniku eghmmmmmmmmmm. 

Post By : StarDomino.me

Cerita Sex Tubuh Lenny dipaksa Memuaskan Nafsu



Bandar Capsa Online - Setelah suaminya memberi tawaran kepada bos piyu untuk bertemu dengan istrinya untuk beberapa minggu menyuruh bos piyu untuk bisa menikmati tubuh istrinya, bos piyu sangat mengagumi akan lubang memek lenny, penis bos piyu sering di jepit oleh memek yang masih sempit.

Lenny pun tak masalah akan kedatangan tamu dari bos piyu dengan senang hati kalau bos piyu mau memakai memeknya dengan senang hati lenny mempersilahkan, entah itu ada andri suaminya maupun tidak.

Bos Piyu kembali datang mengunjungi Lenny. Setelah dipersilakan masuk ke ruang tamu & berbasa-basi sebentar, Bos Piyu kembali mengutarakan maksud kedatangannya yang tak lain tak bukan adalah membenamkan penisnya dalam-dalam ke vagina Lenny & memenuhi rahim Lenny dengan air maninya.




Agen Poker Online Terpercaya - Demi kelangsungan usaha suaminya, & tentunya kepuasan dirinya sendiri, Lenny pun tak pernah menolak. Tanpa membuang banyak waktu, Bos Piyu pun langsung melucuti pakaian Lenny & pakaiannya sendiri sehingga kedua manusia berlainan jenis itu pun kembali seperti keadaan ketika mereka dilahirkan: tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka. Kini mereka berdua berdiri telanjang di tengah ruang tamu, siap untuk mengarungi bahtera syahwat.

Sebagai pemanasan, Bos Piyu meremas kedua payudara Lenny sambil mengulum & menghisap putingnya. Lenny pun merespon perlakuan Bos Piyu dengan belaian-belaian lembut pada tubuh telanjang Bos Piyu sambil mengeluarkan desahan-desahan kenikmatan. Puas bermain-main dengan kedua buah dada Lenny, Bos Piyu merebahkan Lenny di atas sofa.

Bos Piyu menciumi tubuh Lenny mulai dari leher lalu turun ke dada, perut & akhirnya singgah di selangkangan Lenny. Lidah & bibir Bos Piyu dengan lincah menari-nari di antara lipatan bibir vagina Lenny & sesekali Bos Piyu mengulum & menghisap-hisap itil Lenny yang telah mengeras.

Lenny menggelinjang hebat sambil membuka pahanya lebar-lebar supaya Bos Piyu bisa leluasa merambah setiap sudut vaginanya. Tanpa sadar, desahan kenikmatan yang keluar dari mulut Lenny semakin lama semakin nyaring, seiring dengan meningkatnya kenikmatan yang dirasakan Lenny.

Setelah yakin vagina Lenny siap untuk menerima kunjungan penisnya, Bos Piyu pun bersiap-siap dengan mengambil posisi di atas tubuh Lenny. Penis yang telah sangat keras itu pun dengan mudah menyeruak masuk ke dalam vagina Lenny. Lenguhan panjang keluar dari mulut Lenny begitu penis Bos Piyu terbenam seluruhnya di dalam tubuhnya.

Sejenak mereka menikmati menyatunya tubuh mereka. Bos Piyu menatap mata yang sendu Lenny sambil tersenyum yang juga dibalas dengan senyuman oleh Lenny. Bos Piyu pun mengecup bibir Lenny dengan lembut.



Judi Poker Uang Asli - Bos Piyu & Lenny pun mulai mengayuh dayung-dayung birahi mereka mengarungi dahsyatnya samudera syahwat. Penis Bos Piyu bergerak keluar masuk vagina Lenny dalam tempo sedang. Setiap kali Bos Piyu mendorong penisnya masuk, Lenny menyambutnya dengan mengerakkan pinggulnya.

Semakin lama gerakan pinggul Bos Piyu semakin cepat & desahan yang keluar dari mulut mereka pun semakin nyaring memenuhi ruang tamu, diseling suara tumbukan paha mereka & suara kecipak yang timbul karena pergesekan alat kelamin mereka. Mereka terus bergerak semakin cepat seiring dengan semakin dekatnya puncak kenikmatan.

Beberapa saat kemudian tubuh mereka pun mengejang. Lenny memeluk erat tubuh Bos Piyu sambil mendesah keras sementara Bos Piyu menekan penisnya supaya melesak sedalam-dalamnya ke vagina Lenny.

Cairan kental pun menyembur dari penis Bos Piyu yang disambut oleh semburan cairan dari dalam vagina Lenny. Mereka pun terkulai lemah sambil terus berpelukan di atas sofa, menikmati sisa-sisa dahsyatnya orgasme yang baru melanda mereka.

Tiba-tiba dari arah pintu depan ada seseorang berkata, “Baguuuusss … Jadi begini kelakuan kalian, ya?”

Suara itu adalah suara ketua RT yang rupanya telah lama berdiri di sana tanpa disadari oleh Bos Piyu & Lenny.

Di belakangnya ada tiga orang Hansip berdiri tegak sambil tersenyum lebar memandangi tubuh telanjang Lenny. Bos Piyu & Lenny pun cepat-cepat bangkit dari sofa & berusaha secepatnya mengambil & memakai baju mereka.

Setelah kedua manusia yang baru saja bersetubuh itu menutup tubuh mereka seadanya dengan baju, pak ketua RT duduk di salah satu sudut sofa sementara ketiga Hansip itu berdiri tak jauh dari dia.

Kau tau, Nah … Karena kelakuan kau ini, saya bisa saja meminta kau & keluarga kau pergi dari kampung ini,” kata pak ketua RT sambil menyulut rokok.

Jangan, pak … Jangan usir saya dari kampung ini. Ini tempat usaha suami saya,” kata Lenny dengan mata yang berkaca-kaca.

Ya, pak … Tolong lah, pak … Saya siap membayar kalau memang bapak mau uang, tapi jangan usir Lenny & Adri,” timpal Bos Piyu.

Gimana Gun, Man, Sep? Bos ini mau kasih uang suap, kalian mau, gak?” Tanya pak ketua RT kepada ketiga anggota Hansip di sebelahnya. Ketiga Hansip itu hanya nyengir sambil manggut-mangut. Mata mereka gak lepas dari tubuh Lenny yang hanya ditutup daster sekenanya.

Oke, kami mau berdamai. Bos siapin aja duitnya. Hansip-hansip ini cukup 1 juta seorang, saya minta 2 juta. Muarh kan?” kata pak ketua RT sambil tersenyum lebar.

Baik, pak … Semua jadi 5 juta, saya siapin segera pak …” kata Bos Piyu.

Tapi itu baru dari situ, Bos … Dari Lenny belum …,” kat pak ketua RT lagi.

Saya harus bayar berapa, pak?” tanya Lenny.

Kau gak usah bayar pake duit, Nah … Sebagai gantinya, mulai malam ini kau harus ngelayanin kita selama seminggu di pos Hansip.

Gimana?” jawab pak ketua RT sambil mengelus-elus selangkangannya yang telah menggembung. Ketiga Hansip itu langsung tertawa keras karena sebentar lagi mereka bisa menikmati tubuh yang dari setadi mereka pandangi itu.



Agen Domino Terbaik - Baiklah, pak … Asal saya & keluarga saya jangan diusir dari kampung ini,” kata Lenny dengan suara bergetar. ia telah terbayang bagaimana capeknya melayani keempat orang ini setiap malam selama seminggu.

Nah, sebagai tanda kau setuju, gimana kalo saya coba vagina kau sebentar?’ kata pak ketua RT sambil membuka celananya & mengeluarkan penisnya yang telah keras.

Meski supaya ragu, Lenny pun bangkit & berjalan mendekati pak ketua RT. Baju yang ia gunakan untuk menutupi dada & selangkangannya tadi ia taruh di meja. Pak ketua RT meminta Lenny menungging sambil berpengangan pada sandaran sofa. Tanpa basa-basi, pak ketua RT pun melesakkan penisnya ke vagina Lenny dari belakang.

Dengan penuh semangat ia menggenjot vagina Lenny. Gerakkannya begitu brutal. Untunglah vagina Lenny masih basah oleh sisa-sisa sperma Bos Piyu sehingga tak terlalu sakit bagi Lenny. Karena terlalu bersemangat, pak ketua RT tak bisa bertahan lama. Dua menit kemudian ia pun telah melenguh panjang sambil menyemprotkan air maninya ke punggung Lenny.

Ahhhh … Itu baru vagina, Gun … Enak banget!” kata pak ketua RT sambil kembali memakai celananya.

Ketiga Hansip itu hanya bisa menelan air ludah tak sabar menunggu sampai malam datang.

Ada apa ini?” tiba-tiba Adri datang.

Ah, Adri … Kami baru saja menangkap istri kau ngentot dengan laki-laki ini.” Jawab pak ketua RT.



Tapi tadi saya liat pak ketua RT yang sedang ngentot sama istri saya,” kata Adri bingung.
Itu hasil kesepakatan, Adri .. Kami tak akan melaporkan hal ini kepada warga asalkan Bos Piyu mau membayar kami & Lenny melayani kami selama seminggu. Itu tadi tanda persetujuan Lenny bahwa ia mau saya entot selama seminggu,” kata pak ketua RT.

Baiklah, saya pergi dulu. Jangan lupa Lenny, nanti malam saya & Hansip-hansip ini menunggu kau di pos Hansip jam 11. Hahahaha …” kata pak ketua RT sambil ngeloyor menuju pintu.

Satu hal lagi, Lenny. Kalo sampai kau tak datang nanti malam, saya akan mengedarkan adegan kau & Bos Piyu ngentot yang sempat saya rekam di HP tadi ke semua warga,” pak ketua RT mengancam sebelum keluar pintu.

Maafkan saya, mas … Saya gak bisa nolak …” kata Lenny kepada Adri sambil terisak.
Adri hanya bisa terdiam. ia hanya mampu memandangi tubuh istrinya yang masih telanjang di hadapannya. Air mani pak ketua RT & Bos Piyu pelan-pelan merembes keluar dari vagina Lenny membasahi pahanya.

Post By : StarDomino.me

Cerita Sex Sampai Basah Memek Tante Nella



Judi Poker Online Terpercaya - Saya bekerja di salah satu perusahaan komunikasi di Ibukota, sebelumnya saya sering bolak balik dari rumah ke kantor hampir membutuhkan waktu 2 jam man lebih untuk sampai kantor , dan saya rasakan lelah sekali kalau dirumah hanya tidur terus paginya berangkat lagi, seperti itulah siklus kehidupanku, oya perkenalkan dahulu nama saya Rizal.


Rupanya saudaraku mempunyai apartemen yang letaknya juga tak jauh dari kantor, sehingga saya memutuskan untuk menghuni apartemen milik dari saudaraku yang baru menikah sehingga ia di boyong oleh suaminya ke Surabaya.




Agen Judi Poker Online - Hari pertama saya menghuni saya lapor dengan Ketua Perhimpunan Pengurus Apartemen dimana saya tinggal beliau kebetulan tinggal di lantai 12 sedangkan saya di lantai 11. Sesudah melapor saya dimohon bantuannya untuk menjaga kebetulan adik perempuan beliau tinggal di sebelahku yaitu Tante Nella.

Hari kedua saya mencoba untuk berkenalan dengan Tante Nella, ternyata beliau tak terlalu tua, kelihatannya sekitar 38 – 40 tahunan. Orangnya ramah & baik sekali. Yang saya heran sampai umur segitu beliau belum menikah, mungkin punya masalah dengan karir karena saya melihat mobilnya ada dua yaitu Toyota Alphard & Toyota Camry.

Tante Nella begitu saya memanggilnya memiliki 2 pembantu & seorang sopir yang telaj melayani beliau selama 3 tahun di Apartemen itu.

Berikut adalah pengalamanku diwaktu tak terduga dimana saya dititipkan kunci Apartemen oleh beliau karena semua pembantu & sopirnya cuti lebaran, sehingga beliau tingal di rumah kakaknya di lantai 12,


Sekedar gambaran, Tante Nella memiliki tinggi badan sekitar 165 cm, memiliki pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, & perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, & renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar & bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Nella memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). 

Dengan wajah yang seksi menantang & warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Nella menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.
Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Nella.



Situs Judi Poker Online - “eh ya ada apa tante” kataku sambil membuka pintu.
“Ngga Rizal ada surat atau tagihan kartu kreditku ngga dari Front Office depan?” jawan tante Nella.
“Sepertinya ngga ada tante” jawabku
“Eh saya numpang ke kamar mandimu ya” sambil meringis, mungkin ia udah kebelet pips he he he.
“silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan” kataku sambil tertawa.
” Ngga apa apa” jawabnya.
baru saya sadar bahwa si tante Nella memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 2.
“Abis lari ya tan” tanyaku
“Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi” ujar tante Nella sambil ngeloyor ke kamar mandiku.

Sambil jalan ke dapur saya berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya?. Ya ampun tadi khan saya lagi nonton BF di laptop memang kebetulan mau coli sih maklum belum ada pasangan/pacar. Wah mati aku ketahuan dah sama tante Nella. Ah bodoamatbodo amat kaya ia ngga pernah muda aja.



Situs Judi Online - Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum, wah malu deh aku.
“Hayo kamu tadi lagi ngapain Rizal? tanya si tante.
“Ngga ngapa-ngapain kok tan” jawabku sambil menunduk kebawah, Malu cing.
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba ia mencekal tangan saya.
“Rizal..” katanya tiba-tiba & terlihat agak sedikit ragu-ragu.

“Ya Tante..?” Jawab saya.
“Eee.. nggak jadi deh..” Jawabnya ragu-ragu.
“Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-rasayannya.

“Eee.. nggak kok. Tante cuma mau nanya..” jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
“Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi..?” tanya dia.
“Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan..?” jawab ku terpaksa.
“Terus pake sabun ya ? he he he kata tante Nella sambil tertawa
“Iya tan, udah ah saya tengsin nih malu ditanya terus” Tegasku sambil ngomel.

“Jangan marah dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit” jawab tante Nella.
“Eee.. mau dibantuin Tante nggak..? sambungnya
“Maksud tante? Tanya ku wah ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis.

” Iya kamu nonton bareng tante khan biar ngga malu lagi” sambil melayang tangan tante Nella ke selangkangan ku.
“sana ambil laptop mu”

asik banget dah pikirku tanpa tendeng aling-aling saya berlari kekamar madi & membawa keluar laptop itu.
Kemudian saya setel lebih dulu film yang tadi saya tonton & belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Nella duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar. 

Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training & kemudian beliau melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena ia tak memakai Bra.

Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras & kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai ia duduk tepat di sebelahku, & ikut menonton film BF yang sedang berlangsung.
“Cakep-cakep juga yang main..” akhirnya ia memberi komentarnya.
“Dari kapan Rizal mulai nonton film beginian..? tanyanya.
“Udah dari dulu Tante..” kataku.

“Mainnya juga bagus & tak kasar. Rizal udah tahu rasanya belum..? tanya ia lagi.
“Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster”
“wah enak dong lagi sakit di servis suster”
“Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih”, kataku.
“Ah Rizal ini kok jadi nakal yah sekarang”, katanya sambil mencubit lenganku.
“Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tak lama berselang, tiba-tiba Tante Nella menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula saya langsung membara. Tapi saya hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Nella sudah mulai mengusap-ngusap tempat tubuhku sekitar dada & perut .

Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat saya nervous karena itu adalah kali pertama saya diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.

Kemudian Tante Nella mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di tempat dada, ia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan & kiri. Tangan kanan Tante Nella juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, & mulai mengusap-usap kejantananku.

Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, saya mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang ia pakai. saya remas toketnya dari luar tanktop, & saya remas-remas, terkadang saya juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. “Ssshh.. ya situ Rizal..” katanya setengah berbisik. “Ssshh.. oohh..”

Tiba-tiba ia memaksa lepas celana pendekku, & diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. & ia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku.

Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang saya pelorotkan ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat & agak lembab. saya melepaskan celana dalam Tante Nella.

Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. ia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di tempat seputar klitorisnya. Lama kelamaan saya masukkan satu jariku, lalu jari kedua.

“Aaahh.. sshh.. oohh.. terus Rizal.. terus..” bisik Tante Nella.
Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. “Ya.. terus Rizal.. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh..” kata Tante Nella.

Seketika itu pula ia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. saya merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru saya tahu bahwa ia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Nella yang terlihat sangat lemas di sofa.

“Saya kapan Tante, kan saya belum..?” Rujukku.
“Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja”, kata Tante Nella.

Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, saya dekati toketnya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas toket yang satunya.
Sehingga rupanya Tante Nella juga tak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan & desisan dari mulutnya yang seksi. saya usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas.

Sehingga kemudian dengan terpaksa ia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.
Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Nella. “Ssshh..” rasanya benar-benar tak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Nella mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam & pelan-pelan.

“Aaahh..” baru masuk kepalanya saja saya sudah tak tahan, lalu Tante Nella mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin & basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tak dipergunakan.

Namun Tante Nella tetap memaksakannya masuk. “Aaagghh..Rizal ” rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Nella.

Lalu Tante Nella mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang & mendesah tak karuan. 

Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, & makin lama Tante Nella terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat ia berteriak & mengerang dengan sejadi-jadinya karena tak kuasa menahannya. & tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Nella, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali.

Aduuh.. kalau begini saya makin tak tahan dan.. “Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii..” jeritnya dengan keras, & makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Nella, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. & akhirnya Tante Nella terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena saya belum apa-apa. Tangan kananku meremas toketnya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya & kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang toket kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku.

“Ssshh.. shh..” desahan Tante Titik sudah mulai terdengar lagi. saya memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. saya mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti.

Kepala Tante Nella agak menengok ke belakang & matanya melihat mataku dengan sayu, sambil ia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit saya coba untuk menekannya lebih dalam.

Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Nella, lalu saya mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan & erangannya lebih keras, tak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas toketnya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang & seksi.

“Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus Rizal.. terus.. aarrgghh.. oohh..” Tante Nella terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Nella merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, & tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat.



Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. & saya merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut & saya memberitahukan hal tersebut padanya, tapi ia tak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan & erangan kecil, sehingga saya tak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Nella dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Nella.

Tubuhku terasa sangat lemas sekali. Sesudah kami berdua merasa agak tenang, saya melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Nella.
Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Nella membalikkan tubuhnya & duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.

“Wah kok ngga ditarik sih Rizal, nanti saya hamil lho..? tanyanya dengan suara yang agak bergetar.

“Maaf tan saya lupa abis keenakan sih” jawabku
“Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut & dikeluarkan di luar ya..?” katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.
“I.. iiya Tante..” jawabku sambil menunduk.

“tenang saja zal, tante juga sudah minum obat “kata tante, ternyata tante sudah mahir dalam urusan sex , kemudian saya dan tante saling berpandang pandangan kemudian memeluk dan mengulangi kegiatan ngentot lagi di kamar mandi.

Post By : StarDomino.me

Cerita Sex Bukan Main Getaran Tubuh Hania



Judi Online - Pernah berkenalan dengan wanita yang namanya Hania saya tanya tanya rupanya dia anak jawa, cewek yang supel dan enak di ajak ngobrol, kalau saya tanya hal apa , dia pasti bisa menjawab seolah olah seperti orang yang banyak pengetahuannya, dan setelah kami chat chat rupanya hania juga ingin pergi ke Bandung tempat tinggal ku juga.


Dari situ karena jarak yang cukup dekat denganku, akhirnya kami berjanji untuk saling bertemu di daerah K di Jakarta. Dari pertemuan itu saya mengenal Hania lebih jauh.



Situs Judi Poker - Hania kuliah di salah satu universitas terkemuka di kotanya.
Hania secara fisik biasa saja. Ukuran badannya kira-kira setinggi 160 cm. Tubuh agak bungkuk udang, mempunyai rambut panjang terurai. Tapi ada yang menarik dari penampilannya, toketnya! Toketnya terlihat unik & menantang. Saya hanya menelan ludahku bila tanpa sengaja mengintip bagian yang menggunung itu.

Hania meminta saya untuk mengangkatnya sebagai “adik”, sedangkan saya diangkatnya sebagai “abang”! Sebab ia bilang, Hania tak mempunyai kakak. Saya setuju-setuju saja.

Pertemuan kedua & selanjutnya kami semakin ‘terbuka’. Aku-pun sudah ‘diizinkan’ untuk memegang toketnya yang unik itu. Hanya saja ia bilang “dasar, abang nakal!!” saya hanya tersenyum…

Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi. Tanganku menjelajah ke daerah terlarangnya….

Seminggu yang lalu saya menjenguknya di daerah P. Walau dengan mengendarai motor bututku, saya sampai juga ke rumahnya setelah berjalan selama beberapa jam 
dari rumahku.

Kulihat kegembiraan yang amat sangat, saat ia tahu bahwa saya yang datang. Memang sudah dua bulan saya tak main ke rumahnya. ia sudah kangen, tampaknya… Pada saat membukakan pintu Hania memakai daster putih,
Terlihat cukup jelas, pepayanya yang unik menerawang dari balik sangkarnya. Hania menyilahkanku duduk & berbalik sebentar ke dapur untuk kemudian kembali lagi dengan membawakanku segelas minuman dingin.

Setelah ngobrol ngalor ngidul. Hania menyandarkan wajahnya ke dadaku…
Saya menyambut dengan tenang. Sebab memang tujuanku ingin mencoba menuntaskan hasratku yang ada selama ini, dengannya. Kutundukkan muksaya untuk menjangkaunya. Saya menciumnya. Kususuri dengan bibirku.

Dari kening, ciumanku turun ke alis matanya yang hitam lebat teratur, ke hidung & sampai ke bibirnya. Ciuman kami semakin lama semakin bergelora, dua lidah saling berkait diikuti dengan desahan nafas yang semakin memburu.

Tanganku yang tadinya memeluk punggungnya, mulai menjalar ke depan, perlahan menuju ke toketnya yang cukup besar & unik. Unik sebab bentuk toketnya yang memanjang & besar, mirip dengan buah pepaya.

‘Adikku’ ini pintar juga memilih daster yang berkancing di depan & hanya 4 buah, mudah bagi tanganku untuk membukanya tanpa harus melihat. Tak lama kemudian kaitan BH-nya berhasil dilepaskan oleh tanganku yang sudah cukup terlatih ini.
Kedua bukit kembar dengan puncaknya yang coklat kemerahan tersembul dengan sangat indah. Daster & BH itupun segera terlempar ke lantai.

Sementara itu, Hania juga telah berhasil membuka kancing celana jeanku, lalu berusaha melepas t-shirt yang saya pakai. Saya tetap menjaga agar Hania tak memelorotkan celana jeanku. Bukan apa-apa, ini kan di rental komputernya? hehehe…



Agen Judi Poker - Kulepaskan ciumanku dari bibirnya, menjalar ke arah telinga, lalu desahkan erangan-erangan lembut. ia tersenyum & menatapku sambil terus melanjutkan pengembaraannya menelusuri ‘senjataku’.

Kulanjutkan ciumanku ke lehernya, turun ke dadanya, lalu dengan amat perlahan, dengan lidah kudaki bukit indah itu sampai ke puncaknya.
Kujilati & kukulum puting susunya yang sudah mengacung keras. Hania mulai mendesah & meracau tak jelas. Sempat kulihat matanya terpejam & bibirnya yang merah indah itu sedikit merekah. Sungguh merangsang.

Tanganku mengelus, meremas & memilin puting di puncak bukit satunya lagi. Saya tak ingin buru-buru, saya ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Berpindah dari satu sisi ke sisi satunya, diselingi dengan ciuman ke bibirnya lagi, membuatnya mulai berkeringat.

Tangannya semakin liar mengacak-acak rambutku, bahkan kadang-kadang menarik & menjambaknya, yang membuat nafsuku semakin bergelora. Apalagi suaranya yang meracau itu….

Dengan berbaring menyamping berhadapan, kulepaskan celana dalamnya. Satu-satunya kain yang masih tersisa. Perlakuan yang sama kuterima darinya, Hania melepaskan celana jeanku. Saya tak menolak, sebab akupun ingin menuntaskan semuanya. Hania dengan bersemangat mengocok kontol ku, membuat semakin mengeras & mengacung gagah.

Kubelai kakinya sejauh tanganku bisa menjangkau, perlahan naik ke paha. Berputar-putar, berpindah dari kiri ke kanan, sambil sekali-sekali seakan tak sengaja menyentuh gundukan berbulu yang tak terlalu lebat tapi terawat teratur.

Sementara Hania rupanya sudah tak sabar, dibelai & digenggamnya kemaluanku, digerakkan tangannya maju mundur. Nikmat sekali. Walaupun hal itu sudah sering kurasakan dalam kencan-kencan liar kami selama beberapa saat sejak saya berkenalan dengan Hania, tetapi kali ini rasanya lain. Pikiran & konsentrasiku tak lagi terpecah.

Melalui paha sebelah dalam, perlahan tanganku naik ke atas, menuju ke kemaluannya. Begitu tersentuh, desahan nafasnya semakin keras, & semakin memburu. Perlahan kubelai rambut kemaluannya, lalu jari tengahku mulai menguak ke tengah.

Kubelai & kuputar-putar tonjolan daging sebesar kacang tanah yang sudah sangat licin & basah. Tubuh Hania mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas & ke bawah. Keringatnya semakin deras keluar dari tubuhnya yang wangi.

Ciumannya semakin ganas, & mulai menggigit lidahku yang masih berada dalam mulutnya. Sementara tangannya semakin ganas bermain di kemaluanku, maju-mundur dengan cepat. Tubuhnya mengejang & melengkung, kemudian terhempas ke tempat tidur disertai erangan panjang. Orgasme yang pertama telah berhasil kupersembahkan untuknya. Dipeluknya saya dengan keras sambil berbisik, “Ohhh, nikmat sekali. terima kasih sayang.”

Saya tak ingin istirahat berlama-lama. Segera kutindih tubuhnya, lalu dengan perlahan kuciumi ia dari kening, ke bawah, ke bawah, & terus ke bawah. Deru nafasnya kembali terdengar disertai rintihan panjang begitu lidahku mulai menguak kewanitaannya. Cairan vagina ditambah dengan air liurku membuat lubang hangat itu semakin basah.
Kumainkan klitorisnya dengan lidah, sambil kedua tanganku meremas-remas pantatnya yang padat berisi. 

Tangannya kembali mengacak-acak rambutku, & sesekali kukunya yang tak terlalu panjang menancap di kepalaku. Ngilu tapi nikmat rasanya.

Kepalanya terangkat lalu terbanting kembali ke atas bantal menahan kenikmatan yang amat sangat. Perutnya terlihat naik turun dengan cepat, sementara kedua kakinya memelukku dengan kuat.



Judi Poker Terpercaya - Beberapa saat kemudian, ditariknya kepalaku, kemudian diciumnya saya dengan gemas. Kutatap matanya dalam-dalam sambil meminta ijin dalam hati untuk memasukkan pusaksaya ke liang kenikmatannya. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Sambil tersenyum sangat manis, dianggukkannya kepalanya.

Perlahan, dengan tangan kuarahkan kemaluanku menuju ke kewanitaannya. Kugosok-gosok sedikit, kemudian dengan amat perlahan, kutekan & kudorong masuk. Terasa sekali kalau daerah terlarang itu sudah basah & mengeluarkan banyak cairan. Kudorong perlahan… & terasa ada yang menahan tongkat pusakaku.

Wow…! Hania ini masih perawan rupanya. Kulihat ia meringis, mungkin kesakitan, tangannya tanpa kusangka mendorong bahuku sehingga tubuhku terdorong ke bawah. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya. Saya tak tega, saya kasihan! Kupeluk & kuciumi dia. Hilang sudah nafsuku saat itu juga.

Hania tahum saya kecewa. Sebab itu ia cepat mendekapku. & tiba-tiba dengan ganasnya, ia melumat & mengulum senjatsaya yang mulai mengendur.
“Argh… ” saya mendesis…! Ternyata sedotan demi sedotan dari Hania mendatangkan kenikmatan yang luar biasa…

Saya membiarkan saja, apa yang dilakukan Hania. Kulihat Hania dengan rakusnya telah melahap & mengulum kemaluanku yang sudah kembali membesar & sangat keras. Nikmat tiada tara. 



Tapi, saya kesulitan untuk melakukan oral terhadapnya dalam posisi seperti ini. Jadi kuminta ia telentang di tempat tidur, saya naik ke atas tubuhnya, tetap dalam posisi terbalik.

Saya pernah beberapa kali melakukan hal yang sama dulu, tetapi rasa yang ditimbulkan jauh berbeda. Hampir bobol pertahananku menerima jilatan & elusan lidahnya yang hangat & kasar itu. Apalagi bila ia memasukkan kemaluanku ke mulutnya seperti akan menelannya, kemudian bergumam. Getaran pita suaranya seakan menggelitik ujung kemaluanku. Bukan main nikmatnya.

Larva panas hampir tak tertahankan lagi, saya memberi isyarat padanya untuk menghentikan emutannya… demikian cerita singkat dengan wanita yang ku kenal dari dunia maya. 

Post By : StarDomino.me

Cerita Sex Anak Ibu Kost Yang Masih SMU



Agen Poker Online Terpercaya - Setiap sebulan sekali saya sering merapikan bulu kemaluanku, tapi di minggu ini naitku untuk mencukur habis semua bulu sudah saya siapkan dari cermin alat cukur, kupasang cermin seukuran buku tulis tepat di depan kemaluanku untuk melihat bagian bawah yang tak terlihat secara langsung. Tak lupa pula kunyalakan lampu duduk di antara selangkanganku. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari atas ke bawah. 


Baru mulai saya menggoreskan pisau cukur itu, saya dengar suara langkah masuk ke kamarku, segera saya lihat bayangan di kaca buffet, tak jelas benar, tetapi saya bisa menebaknya bahwa ia adalah si Endar, kemenakan dari ibu kost.




Judi Poker Online - Saya bingung juga, mau membereskan perangkat ini terlalu repot, tak sempat. Memang saya melakukan kesalahan fatal, saya lupa mengunci pintu depan ketika kumulai kegiatan ini. Akhirnya dalam hitungan detik muncul juga wajah si Endar ke dalam kamarku.

Dalam waktu yang singkat itu, saya sempat meraih celana dalamku untuk menutupi kemaluanku. Sambil meringis berbasa-basi sekenanya.

“He… he… ada apa En..?” sapaku gelagapan.

“Eh, Mas Bayu lagi ngapain..?” kata Endar yang nampaknya juga sedang menyembunyikan kegugupannya.

Si Endar memang akrab dengan saya, ia sering minta bimbingan dalam hal pelajaran di sekolahnya. Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Endar sendiri masih sekolah di SMU. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetetapi hanya sebatas bicara saja. Apalagi Endar juga menanggapinya, dengan perkataan yang tak kalah joroknya. Tetapi hanya sebatas itulah.

Kembali pada adegan tadi, dimana saya tengah kehabisan akal menanggapi kehadirannya yang memergokiku sedang mencukur bulu kemaluan. Akhirnya kubuka juga kekakuan ini.

“Enggak apa-apa En, biasa… kegiatan rutin.”

“Apaan sih..?”

“Endar sudah berusia 17 tahun belum..?”



Judi Poker Uang Asli - “Emangnya kenapa jika udah..?” kata Endar masih berdiri dengan canggung sambil terus menatapku dengan serius.

“Gini En, saya khan lagi nyukur ini nih, saya minta tolong kamu bantuin aku. Soalnya di bagian ini susah nyukur sendiri…” kataku sambil kuulurkan pisau cukur padanya.

“Mas Adi, ih..!” tetapi ia terima juga pisau cukurnya, sambil duduk di dekatku.

Saya angkat celana yang tadi hanya kututupkan di atas kemaluanku.

“Endar tutup dulu pintunya yach Mas..?”

Dia menutup pintu depan dan pintu kamar. Sebenarnya masih ada pintu belakang yang langsung menuju ke dapur rumah induk. Namun pada jam segini saya yakin bahwa tak ada orang di dalam. Selesai Endar menutup pintu, ia agak kaget melihat kemaluanku terbuka, sambil menutup mulutnya ia meminta agar saya menutupnya.

“Tutup itunya dong..!” katanya dengan manja.

Saya katupkan kedua pahaku, batang kemaluanku saya selipkan di antaranya, sehingga tak terlihat dari atas, sedangkan bulunya terlihat dengan jelas.

“Nah begini khan nggak terlihat…” kataku, dan Endar nampaknya setuju juga.

Endar ragu-ragu untuk melakukannya, namun segera saya yakinkan.

“Nggak apa-apa En, kamu khan sudah 17 tahun, berarti sudah bukan anak-anak lagi, lagian khan cuman bulu, kamu juga punya khan, udah nggak apa-apa. Nanti jika saya sakit, saya bilang deh..”

“Bukannya apa-apa, saya geli hi.. hi..” sambil cekikikan.

Dengan super hati-hati ia gerakkan juga pisau cukur mulai menghabisi bulu-bulu kemaluanku. Karena terlalu hati-hatinya maka ia harus melakukannya dengan berulang-ulang untuk satu bagian saja.

Sentuhan-sentuhan kecil tangannya di pahaku mulai mendarmbulkan getaran yang tak bisa kusembunyikan. Dan ini membuat kemaluanku semakin tegang, tak hanya itu, hal ini juga menyebabkan siksaan tersendiri.

Dengan posisi tegang dan tercepit di antara pahaku menjadikan kemaluanku semakin pegal. Sampai akhirnya tak bisa kutahan, kukendorkan jepitan kedua pahaku, sehingga dengan cepat meluncurlah sebuah tongkat panjang dan keras mengacung ke atas menyentuh tangan Endar yang masih sibuk mempermainkan pisau cukurnya.

Begitu tersentuh tangannya oleh benda kenyal panas kemaluanku, ia kaget dan hampir berteriak.

“Oh, apa ini Mas..? Kok dilepas..?” katanya gugup ketika menyadari bahwa batang kemaluanku lepas dari jepitan dan mengarah ke atas.

“Iya En. Habis nggak tahan. Nggak apa-apa deh, dihadapan cewek harus kelihatan lebih gagah gitu..”

“Mas Bayu sengaja ya..?”

“Suer.., ini cuma normal.”

Endar masih memperhatikan kemaluanku yang sudah besar dan kencang dengan wajah yang sulit digambarkan. Antara takut dan ingin tahu. Lalu ia raih kain yang ada di dekatku untuk menutupinya.

“Kenapa ditutup En..?”

“Aku takut, abis punya Mas Bayu besar banget.”

“Emangnya Endar belum pernah melihat kemaluan laki-laki..?” tanya saya.

Endar diam saja, tetapi digelengkan kepalanya dengan lemah.

“Ayo deh diteruskan,” bisikku.

Kali ini Endar menjadi super hati-hati mencukurnya. Mungkin takut tersentuh kemaluanku. Sedangkan saya sangat ingin tersentuh olehnya. Tetapi saya khawatir ia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan saja ia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri.

Akhirnya harapanku sebagian terkabul juga. Ketika Endar mulai mencukur bulu bagian samping kemaluanku, mau tak mau ia harus menyingkirkan kemaluanku.

“Maaf ya Mas..!” dengan tangan kirinya ia mendorong kemaluanku yang masih tertutup kain bagian atasnya ke arah kiri, sehingga bagian kanannya agak leluasa. Untuk lebih membuka areal ini, saya rebahkan tubuhku dan kubentangkan sebelah kakiku.

Endar dengan sabar memainkan pisau cukurnya membersihkan bulu-bulu yang menempel di sekitar kemaluanku, nafasnya mulai memburu, dan kutebak saja bahwa ia juga sedang horny. Walaupun masih dengan ragu-ragu ia tetap memegang kemaluanku.

Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. saya hanya merasakan kendarkmatan yang luar biasa. Tanpa kusadari kain penutup kepala kemaluanku sudah tersingkap, dan ini nampaknya dibiarkan saja oleh Endar, yang sekali-kali melirik juga ke arah kepala kemaluanku yang mulus dan besar itu.

Lama-kalamaan, Endar semakin terbiasa dengan benda menakjubkan itu. Dengan berani, akhirnya ia singkapkan kain yang menutup sebagian kemaluanku itu.

Dengan terbuka begitu, maka dengan lebih leluasa ia dapat menyantap pemandangan yang jarang terjadi ini. saya diam saja, karena saya sangat menyukainya serta bangga mendapat kesempatkan untuk mempertontonkan batang kemaluanku yang lumayan besar.

“Udah bersih Mas…”

Kulihat kamaluanku sudah pelontos, gundul. Wah, jelek juga tanpa bulu, pikirku.

“Di bawah bijinya udah belum En..?” saya pura-pura tak tahu bahwa di daerah itu jarang ada bulu.

Lalu dengan hati-hati ia sigkapkan kedua bijiku ke atas. Uh, rasanya enak sekali.



Agen DewaPoker Online - “Udah bersih juga Mas…” ia mengulanginya.

Katanya datar saja. Menandakan bahwa hatinya sedang ada kecamuk. saya tarik lengannya, dan dengan sengaja kusenggol toketnya, dan kukecup kendarngnya.

“Terima kasih ya En..!”

Tanpa kusadari, sejak ia memberanikan diri mencukur bulu kemaluanku tadi, buah dadanya yang berukuran sedang terus menempel pada dengkulku. Begitu kukecup kendarngnya, ia diam saja, mematung sambil menundukkan mukanya.

Lalu kuangkat dagunya dan kucium bibirnya, kupeluk sepuas-puasnya. Keremas paudaranya dan nafasnya makin memburu. saya raih kemaluannya tetapi ia diam saja, kuselipnkan satu jarinya dari sela-sela celana dalamnya.

Wah, ternyata sudah basah bukan main. Namun Endar segera terkejut, dan melepaskan diri dariku. Disun pipiku, dan ia segera lari ke rumah induk lewat pintu belakang.

Saya benar-benar puas, kupandangi tampang kemaluan gundulku yang masih tegak.

“Suatu saat nanti engkau akan mendapat bagiannya…” kataku dalam hati.

Sejak peristiwa itu, kami memang tak pernah bertemu dua mata dalam suasana yang sepi. Selalu saja ada orang lain yang hilir mudik di kamarku. Sampai akhirnya liburan datang dan kami semua masing-masing pulang kampung untuk beberapa waktu.

Liburan sekolah sudah selesai, Endar sudah datang lagi setelah berlibur ke rumah orang tuanya di Tabanan, Bali. Begitu juga saya yang datang sebelum masa kuliahku dimulai.

Waktu itu hujan deras. Endar masih berada di kamarku (suasananya sepi karena tak ada orang sama sekali, termasuk di rumah induk) untuk minta bimbingan atas pelajarannya. Begitu selesai, Endar menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil berkata.

“Mas, itunya sudah tumbuh lagi belum..? Hi… hi…” sambilnya ketawa cekikikan.

“Oh, itu..? Lihat aja sendiri.” sambil kupelorotkan celana pendekku sampai lepas, dan kemaluanku yang masih lunglai menggantung.

“Mas Bayu ih, ngawur…” katanya.

Tetapi walaupun demikian, ia santap juga pemandangan itu sambil menyibakkan sebagian T-Shirt-ku yang menutupi daerah itu. Bulu-bulu yang sudah rapih memenuhi lagi sekitar kemaluanku, segera terlihat dengan jelas.

“Nah, begitu khan lebih oke…” katanya.

“Aku kapok En, nggak mau nyukur plontos lagi.”

“Kenapa Mas..?”

“Waktu mau numbuh. Bulunya tajam-tajam dan itu menusuk batangku.”

“Habis Mas Bayu sukanya macem-macem sih..!” sambil terus memandang kemaluanku yang masih tergantung lunglai,

“Mas, kok itunya lemes sih..?”

“Iya En, sebentar juga gede, asal diusap-usap biar seneng.”

“Ah Mas Bayu sih senengnya enak terus.”

Walaupun berkata seperti itu, mau juga Endar mulai memegang kemaluanku dan digerak-gerakkan ke kanan dan ke kiri. Membuat batang kemaluanku semakin besar, keras dan mengacung ke atas. Endar makin menyandarkan kepalanya ke dadaku. Dan langsung saja saya peluk dia, sedemikian rupa hingga toketnya tesentuh tangan kiriku.

Rupanya Endar tak pakai BH, sehingga kekenyalan toketnya langsung terasa olehku. Kupermainkan toketnya, saya pencet, menjadikan Endar terdiam seribu bahasa tetetapi nafasnya semakin cepat. Demikian pula Endar dengan hati-hati memainkan kemaluanku, masih terus dibolak-balik, ke kanan dan ke kiri.

Saya cium bibir Endar, dan ia menanggapinya dengan tak kalah agresifnya. Barangkali inilah suatu yang ditungu-tunggu. saya lepas blouse-nya, dan toketnya yang masih kencang dan mulus dengan putingnya yang kecil berwarna coklat muda segera terpampang dengan jelas. Karena tak tahan, saya langsung menciuminya.

Hal ini menjadikan Endar semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya ia merasa nikmat. saya ikuti ia ketika ia mambaringkan tubuhnya di tempat tidur. saya hisap-hisap putting toketnya, sementara rok dan celananya kupelorotkan. Endar setuju saja, hal ini ditunjukkan dengan diangkatnya pantat untuk memudahkanku melepaskan pakaian yang tersisa.

Begitu pakaian bagian bawah terlepas, segera tersembul bukit mungil di antara selangkangannya, rambutnya masih jarang, nyaris tak kelihatan. Sekilas hanya terlihat lipatan kecil di bagian bawahnya. Pemandangan ini sungguh membuat nafsuku semakin memuncak.

Begitu kuraba bagian itu, terasa lembut. Makin dalam lagi barulah terasa bahwa ia sudah banyak berair. Endar masih merem-melek, tangannya tak mau lepas dari kemaluanku. Begitu pula ketika kulepas pakaianku. Tangan Endar tak mau lepas dari alat vitalku yang semakin keras saja.

Begitu saya sudah dalam keadaan bugil, saya kembali mempermainkan kemaluannya, ketika jari tengahku mau memasuki memeknya yang sudah banjir itu. Pinggulnya digoyangkannya tanda mengelak, saya hampir putus asa.

Tetapi kudengar suara manjanya,

“Jangan pakai tangan Mas. Pakai itu saja.” sambil menarik-narik alat vitalku ke arah memeknya.

Aku segera mengambil posisi. Tangan lembutnya membimbingnya untuk memasuki arah yang tepat. Kugosok-gosokkan sebentar di bibir memeknya yang berlendir itu. Rasanya nikmat sekali. Setelah kurasa tepat berada di ambang lubangnya, saya dorong sedikit, agar bisa memasukinya. Tetapi nampaknya tak mau masuk. saya coba sekali lagi, tak mau masuk juga.

“Kamu masih perawan En..?” akhirnya saya tanya dia.

Diantara jelita dan wajahnya yang sudah seperti tak sadar itu, saya lihat kepalanya menggeleng dan itu adalah suatu jawaban.

Usaha menembus lubang kendarkmatan itu saya tunda dulu. Operasiku berpindah dengan memagut-magut seluruh tubuhnya. Endar semakin terengah-engah menerima perlakuanku. Erangan-erangan yang terkesan liar semakin membuatku bernafsu.

Aku kecup putingnya, perutnya, dan pahanya. Ketika saya mengecup pahanya, sepintas saya lihat memeknya menganga, semburat warna merah tua yang licin sungguh menarik perhatianku.

Jilatanku makin dekat ke arah memeknya. Begitu lidahku menyentuh bibir kemaluannya, Endar berteriak kelojotan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. saya semakin bersemangat menjilatinya.

Setelah kurasa jenuh, dan kehabisan variasi menjilati memeknya. Kembali kuarahkan kemaluanku ke arah barang yang paling dilindungi wanita ini. Kembali tangan Endar membimbing kemaluanku. Setelah tepat di depan gerbang kendarkmatan, saya dorong sedikit.

“Bless…”

Kepala kemaluanku bisa masuk sedikit, Endar meringis, tetapi terus menekan bokongku. Maksudnya, jelas agar saya masuk lebih banyak lagi. saya dorong lagi, tetetapi lubangya terlalu sempit.

Walaupun hanya kepala saja yang masuk, tetetapi saya berusaha memaju-mundurkan, agar gesekan yang nekmat itu terasa. Setelah beberapa kali saya memaju-mundurkan, sekali lagi saya dorong lebih dalam lagi. Berhasil..! Kini kemaluanku sudah sepertiga berada di dalamnya.



Saya berusaha sabar, saya gerakkan maju mundur lagi. Setelah beberapa kali, saya mendorong lagi. Begitulah kulakukan berulang-ulang sampai semua kemaluanku tertelan dalam remasan memeknya. Kudiamkan untuk sesaat di dalam, kurasakan denyutan-denyutan yang sangat nikmat yang membuat seluruh tubuhku mengejang. Kugerakkan lagi bokongku dengan arah maju-mundur. Tanpa kusangka, Endar menjerit sambil mengejang.

“Terus Mas… terus Mas… saya sampaaiii… ouh… ouh…” jeritan itu lumayan keras.

Saya segera tutup mulutnya dengan bibirku. Bersamaan dengan itu, kemaluanku terasa diremas-remas. Ujung kemaluanku seakan menyentuh dinding yang membuatku merasa geli bukan main. Akhirnya saya tak tahan juga untuk mengeluarkan spermaku ke dalam liang kewanitaannya.

Beberapa semprotan agaknya semakin menjadikan Endar semakin liar dan semakin meregangkan tubuhnya. Kami orgasme bersama-sama, dan itu sangat meletihkan. Dan saya tak ingin cepat-cepat melupakan fantasi yang hebat itu. Kami tertidur untuk beberapa waktu.

Begitu saya bangun, rupanya Endar sudah tak ada. Yang ada hanyalah secarik kertas menutupi kemaluanku dengan tulisan, “YOU ARE THE GREAT”.

Sejak saat itu, kami selalu melakukannya secara rutin dua minggu sekali, paling lama sebulan sekali. Namun tak melakukan di rumah tetetapi kubawa ke hotel di luar kota secara berganti-ganti yang kemungkinan kecil untuk diketahui oleh orang yang kami kenal. Kemudian kami pun berpisah dan saya harus kuliah di luar kota sedangkan Endar juga berkuliah di kota lain.

Post By : StarDomino.me

Cerita Sex Ku Bisa Melayani Memek Cewek Kesepian Akibat Tante Sherlin



Bandar Ceme Terbaik - Ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 2008. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Indra.




Agen Domino Terpercaya - Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.

Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Sherlin, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Sherlin adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Sherlin selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.

Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Sherlin malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.

Setiap saya selesai mengajar, Tante Sherlin selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Sherlin semakin akrab.



Judi Kartu Online Terpercaya - Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. 

Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, 

Tante Sherlin datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Sherlin tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.

Ketika Tante Sherlin memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Sherlin telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, 

Tante Sherlin masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.

Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Sherlin mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.
“Rud, kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Sherlin.
“Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.
“Yah.. lebih dewasa Dong..!” tegasnya.
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Sherlin sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.

“Rud.. mau kan tolongin Tante..?” tanya si Tante dengan manja.
“Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?” jawab saya.
“Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!” jawab si Tante.
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Sherlin yang memiliki rambut sebahu. 

Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Sherlin ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.
“Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?” jawabnya. 

Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. 

Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Sherlin juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Sherlin menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. 

Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.

“Wah.. Dra, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!” jawab saya.
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Sherlin yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. 

Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Sherlin terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.

“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Dra..!” desahnya.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?” kata saya.

Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.

“Ogh.. Dra, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.



Bandar Capsa Terpercaya - Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. 

Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Sherlin sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.

“Ndra.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!” pinta si Tante.
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.

Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.

“Ahh.. dorong terus Dong Dra..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Sherlin mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.

Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh.. oh.. nikmat sekali Indra..!” teriak si Tante.
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.
“Sabar yah Dra.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.

Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.
“Arghh..!” teriak Tante Sherlin.
Tante Sherlin kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.

Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. 

Ketika melihat Tante Sherlin dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. 

Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Sherlin dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.

“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Sherlin, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.

“Um.. dorong lebih keras lagi dong Dra..!” desahnya.
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
“Rud.. mandi yuk..!” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Sherlin untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Dra.. agghh..!” desahnya.
“Rud.. kamu sering-sering ke sini Dra..!” katanya dengan nafas memburu.

Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Sherlin agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. 



Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Sherlin kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. 

Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.

Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar.

Post By : StarDomino.me